Kamis, 24 November 2011

(3) PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik termal yang panasnya
dihasilkan dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. Reaktor nuklir adalah tempat reaksi
nuklir berantai terkendali dapat dilangsungkan.
Sejarah pemanfaatan energi nuklir melalui PLTN dimulai beberapa saat setelah tim yang dipimpin
Enrico Fermi berhasil memperoleh reaksi nuklir berantai terkendali yang pertama pada tahun 1942.
Reaktor nuklirnya sendiri sangat dirahasiakan dan dibangun di bawah stadion olah raga Universitas
Chicago. Mulai saat itu mulai dikembangkan pemanfaatan sumber energi baru tersebut. Pada
awalnya, pengembangan pemanfaatan energi nuklir masih sangat terbatas, yaitu hanya dilakukan
di Amerika Serikat dan Jerman. Tidak lama kemudian, Inggris, Perancis, Kanada, dan Rusia memulai
program energi nuklirnya.
Listrik pertama yang dihasilkan dari PLTN terjadi di Idaho, Amerika Serikat, pada tahun 1951.
Selanjutnya pada tahun 1954, PLTN skala kecil mulai beroperasi di Rusia. PLTN pertama di dunia
yang memenuhi syarat komersial dioperasikan pertama kali pada bulan Oktober 1956 di Calder
Hall, Cumberland. Sistem PLTN di Calder Hall ini terdiri atas dua reaktor nuklir yang mampu
memproduksi sekitar 80 juta Watt tenaga listrik.
Dikawasan Asia, disamping Jepang dan Korea Selatan, pertumbuhan PLTN di China cukup signifikan
yaitu pembanguan 20 unit dari rencana 37 unit. Selain negara tersebut, dikawasan Asia Tenggara
seperti Filipina, Thailand dan Vietnam juga sudah mengusulkan ke Badan Tenaga Nuklir Dunia
(IAEA) untuk dapat dibantu dalam pembangunan PLTN.
Sedangkan kawasan kawasan Timur Tengah, sebagai kawasan negara sumber penghasil minyak
saat ini kecenderungan untuk memanfaatkan PLTN sebagai opsi pemasok penaga listriknya. Seperti
Uni Arab Emirat langsung merencanakan pembangunan PLTN empat unit dari sepuluh yang
diusulkan. Sedangkan di Eropa khususnya negara Prancis, seluruh kebutuhan listrik negaranya di
suplai dari PLTN.

Proses Pembangkitan Listrik oleh PLTN
Proses kerja PLTN hampir sama dengan proses kerja pembangkit listrik lain seperti PLTU. Yang
membedakannya hanya sumber panas yang digunakan. PLTN mendapatkan sumber panas dari
reaksi nuklir, sedangkan PLTU mendapatkan sumber panas dari pembakaran bahan bakar fosil
seperti batu bara atau minyak bumi.

Reaksi Fisi

Reaksi nuklir ini terjadi di dalam reaktor nuklir. Reaktor dirancang untuk memproduksi energi listrik
melalui PLTN, dan hanya memanfaatkan energi panas yang timbul dari reaksi fisi. Sedangkan
kelebihan neutron dalam teras reaktor akan dibuang atau diserap menggunakan batang kendali.
Karena memanfaatkan panas hasil fisi, reaktor tersebut dirancang berdaya termal tinggi dari orde
ratusan hingga ribuan MW. Terdapat dua jenis reaktor fisi nuklir, antara lain :
1. thermal reactor powerplant;
2. fast-breeder-reactor powerplan.
Pada reaktor termal untuk pembangkit komersial terdapat empat jenis reaktor, antara lain :
1. Pressurized-water-reactor (PWR);
2. Boiling Water Reactor (BWR);
3. Gas Cooled Reactor (GCR);
4. Pressurized Heavy Water Reactor (PHWR).

Tidak ada komentar: